Strategi Pemasaran dari Mulut ke Mulut

Strategi Pemasaran dari Mulut ke Mulut

Sebuah perusahaan dagang maupun jasa membutuhkan strategi khusus untuk memasarkan produk mereka. Tanpa adanya strategi pemasaran, perusahaan akan sulit mencapai target penjualan yang telah ditetapkan dan menciptakan omset.

Ada banyak cara yang dapat dipilih sebagai strategi pemasaran ini, mulai dari cara konvensional hingga digital atau online.

Walau cara digital sudah banyak dipergunakan, namun beberapa perusahaan masih percaya bahwa dengan cara konvensional juga cukup ampuh dan dapat menjaring pelanggan untuk meningkatkan penjualan, seperti komunikasi dari mulut ke mulut.

Cara Jitu Menjalankan Strategi dari Mulut ke Mulut

Strategi pemasaran dari mulut ke mulut atau bisa disebut juga Word of Mouth (WOM) memanfaatkan komunikasi dengan rekomendasi sebuah produk atau jasa secara langsung.

Strategi ini dapat dilakukan antar individu maupun terhadap kelompok.  Menggunakan cara ini terbukti masih efektif dan tak akan tertelan oleh zaman.

Untuk menjalankan strategi tradisional yang satu ini, ada cara jitu yang diyakini mampu untuk meningkatkan penjualan Anda.

  1. Menetapkan Target Pencapaian

Sebelum mencari ‘mangsa’, perusahaan akan menetapkan target pencapaian yang harus diraih pada bulan itu. Selain menciptakan keuntungan yang dapat diraih, target pencapaian juga berguna untuk mengetahui ke mana saja produk tersebut akan di’lempar’.

Mendiskusikan teknik penjualan seperti bonus yang akan didapat atau promosi untuk meningkatkan pemasaran tersebut juga dapat dilakukan demi tercapainya target perusahaan.

  1. Ciptakan Pengalaman, Testimoni, dan Produk yang Berkualitas

Pengalaman dan testimoni pelanggan yang sudah pernah menggunakan produk dan jasa Anda akan membuat target pasar selanjutnya mempertimbangkannya.

erlu dicatat bahwa untuk membuat pengalaman dan testimoni ini, Anda tidak boleh mengarang agar pelanggan dapat percaya dengan produk yang ditawarkan.

Di samping itu, produk yang dipasarkan harus berkualitas dan bermutu. Jangan asal merekomendasikan barang yang tidak memiliki manfaat yang cukup nyata dirasakan.

Jika produk bermanfaat bagi pelanggan, itu artinya mereka merasa puas dan menyukainya. Sudah pasti ia akan kembali lagi untuk membelinya.

  1. Manfaatkan Relasi dan Kelompok

Bagi perusahaan start up, pengalaman dan testimoni terasa sulit diciptakan karena belum banyak pelanggan. Untuk itu, manfaatkanlah hubungan relasi lingkungan pertemanan yang dekat dan kenal baik dengan Anda.

Bisa pula dengan sebuah kelompok atau organisasi yang sudah pernah bekerja sama.

Cara ini dapat pula membantu membuka jalan untuk membantu mendapatkan pelanggan. Tak menutup kemungkinan juga bahwa mereka akan membantu merekomendasikan produk Anda ke teman atau kerabat lainnya.

  1. Jalin Pendekatan dan Komunikasi yang Baik

Agar dapat menjaring target Anda dengan mudah, cobalah untuk menjalin pendekatan yang akrab namun bukan berarti SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) seperti kepada orang yang disukai.

Arti pendekatan disini juga dapat dibarengi dengan membuka komunikasi secara ramah dan terbuka.

Baca Juga : Apa Itu Fotografi Jurnalistik?

Jangan mencoba dengan kalimat paksaan di awal untuk membeli produk. Akan lebih baik jika bisa memahami karakter dan raut wajah target pemasaran agar Anda tahu seperti apa cara yang tepat untuk membuka komunikasi tersebut.

Anda dapat menjelaskannya dengan sabar dan mendetail.

  1. Bangun Kepercayaan Pelanggan

Kepercayaan adalah kunci utama dalam menjaga pelanggan untuk terus menggunakan produk atau jasa perusahaan Anda.

Caranya bagaimana?

Bisa bermacam-macam, seperti kualitas produk, pelayanan pada saat pembelian atau menerima komplain, hingga perkembangan perusahaan yang semakin besar.

Memang tak mudah untuk melakukan strategi pemasaran seperti ini. Namun, jika Anda telah terbiasa, segalanya akan terasa mudah dijalani.

Ketika sudah memiliki banyak pelanggan, Anda hanya perlu menjaga kualitas produk dan pelayanan agar pelanggan tak lari sembari memperluas jangkauan pemasaran lebih jauh lagi.