Apa Itu Fotografi Jurnalistik?

Apa Itu Fotografi Jurnalistik?

Dunia pemberitaan tak lepas dari dokumentasi foto. Jenis foto yang mengandung unsur berita, disebut dengan fotografi jurnalistik. Fotografi jenis ini menangkap sebuah momen atau kejadian, yang bisa mengkomunikasikan pesan atau berita.

Sebagai metode pemberitaan, fotografi jurnalistik memiliki kaidah-kaidah tertentu. Pastinya harus mengandung unsur jurnalistik, di samping juga nilai-nilai fotografi.

Berbeda dengan jenis fotografi lainnya, fotografi jurnalistik memiliki pembatasan dalam beberapa hal.

Kategori Fotografi Jurnalistik

Jika dikelompokkan, fotografi jurnalistik memiliki beberapa klasifikasi. Berikut adalah penjelasannya:

  1. Foto Spot News

Gambar yang diabadikan ketika sebuah momen terjadi secara spontan, termasuk dalam spot news. Misalnya, ketika Anda sedang bepergian, kemudian ada kejadian tabrakkan. Dokumentasi foto dari kejadian tersebut merupakan sebuah bahan yang baik untuk spot news. Kategori ini banyak melibatkan citizen journalist.

  1. Berita Umum

Pada kategori ini, pemotretan dilakukan pada acara yang sudah dijadwalkan secara khusus. Misalnya, pidato presiden, momen peresmian, dan lain sebagainya. Cakupan objeknya pun sangat beragam, bisa mengenai dunia politik, hukum, hingga gaya hidup.

  1. People Portrait

Secara gamblang, kategori ini menangkap potret seorang tokoh yang kisahnya akan diangkat menjadi sebuah konten berita. Biasanya, konten dari foto tersebut bersifat profil, atau wawancara khusus. Kategori ini, menangkap figur seseorang yang memiliki pengaruh di bidangnya.

  1. Human Interest

Pada dasarnya, kategori ini bertujuan untuk menghasilkan foto yang menggugah perasaan. Jika objeknya merupakan manusia, maka akan dititikberatkan pada ekspresinya. Dibutuhkan kepekaan yang tinggi untuk membuat ekspresi emosional objek dapat tersalurkan lewat foto.

Baca Juga : Tips Deposit Poker Online Agar Tidak Dibobol Hacker

Karena namanya Human Interest, bukan berarti objeknya harus manusia. Yang terpenting adalah kekuatan foto untuk membangkitkan emosi. Foto tanah lapang yang dipenuhi sampah berserakan pun termasuk sebagai hal yang bisa menggugah.

  1. Sport Photography

Foto-foto dari dunia olahraga tentu menjadi bahan pemberitaan yang banyak diminati. Tentunya, momen olahraga yang ditangkap memiliki daya tarik yang tinggi, Misalnya olahraga olimpiade, perlombaan resmi, dan pertandingan bergengsi.

  1. Essay Photography

Kategori ini menampilkan banyak foto dalam satu halaman. Tujuannya adalah merangkai cerita yang runut lewat foto. Objek utama biasanya merupakan suatu hal yang memiliki rangkaian kejadian. Misalnya ritual ibadah, potret kehidupan jalanan, dan lain-lain.

Unsur Fotografi Jurnalistik

Seperti yang dikatakan sebelumnya, fotografi jurnalistik memiliki kaidah. Itu sebabnya, tidak semua foto bisa dikategorikan sebagai fotografi jurnalistik. Apa saja unsur-unsurnya?

  1. Memenuhi Unsur Berita

Seorang jurnalis harus bisa menyampaikan pesan di luar sudut pandangnya sendiri. Terutama fotografer pemberitaan, yang harus menguasai cara menyampaikan pesan lewat foto. Kesulitannya adalah si fotografer harus bisa menyampaikan pesan dan ekspresi yang ditampilkan oleh objek.

  1. Kredibel

Karena sifatnya adalah pemberitaan, unsur yang harus dipenuhi adalah aktual, faktual, dan kredibel. Aktual, karena foto yang diambil harus merupakan foto kejadian yang hangat. Faktual, karena tujuan pemberitaan adalah menyampaikan informasi yang benar. Sementara, kredibel berarti rilis foto harus dipayungi wadah media yang bisa dipercaya.

  1. Perpaduan Foto dan Kalimat

Terkadang cukup sulit untuk menyampaikan pesan hanya lewat sebuah foto. Itu sebabnya, foto jurnalistik mengharusnya adanya tambahan kalimat penjelas, atau yang umum dipahami adalah caption. Tak salah jika menganggap foto jurnalis sebagai pendukung isi berita.

Selain kalimat penjelas isi foto, sumber foto juga harus dicantumkan. Ini adalah salah satu cara untuk memastikan kredibilitas organisasi yang merilis foto tersebut. Misalnya, dalam sebuah foto tercantum nama fotografer yang diikuti oleh media tempat dia bekerja.

  1. Kontroversial

Memang, salah satu kaidah jurnalistik adalah tidak memberitakan hal yang sensitif, terutama terkait SARA. Namun, unsur kontroversial bisa menjadi fotografi jurnalistik yang baik. Contohnya adalah potret seorang teroris yang tengah menembak polisi dari posisi yang sangat dekat.

Secara sepintas, memang hal itu sangat sadis. Tetapi, foto tersebut memenuhi unsur ‘menggugah’. Pendapat seorang jurnalis senior